Senin, 23 Mei 2016

Ruh yang Terkurung didalam Kuburnya

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.....
senyum ukhuwah =]

jaraknya panjang banget nih udah nggak posting.. hehe maaf ya untuk kalian yang setia nunggu postingan ilmu dari ukhrowi, ada sedikit kendala.
jadi... daripada banyak basa basi, to the point aja yook... ini nih pembahasan seurpa tapi tak sama, hmmm maksudnya ? 

okee... kemarin kita sudah membahas tentang ruh orang mukmin yang shalih, nah sekarang temanya sama sama ruh tapi beda tempat, kalau sekarang ialah ruh yang terkurung didalam kuburnya. menarikkan judulnya ?? langsung baca materinya dan serap ilmunya ya...

seperti dalam hadits tentang pemilik selendang yang dia curi dari harta rampasan kaum muslimin, lalu ia mati syahid. orang-orang berkata "sungguh senangnya ia masuk Jannah." tetapi, nabi justru bersabda "Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya, sesungguhnya selendang yang dicurinya dari rampasan perang itu akan menyala sebagai api dalam kuburnya."

rasulullah bersabda, "aku melihat teman kalian tertahan dipintu surga, diantaranya ada yang tertahan didalam kuburnya, ada yang tertahan didalam bumi, ada yang berada di tungku api untuk para pezina laki-laki dan wanita, dan ada ruh di sungai darah berenang didalamnua dan disuapi batu." 

wallahu a'lam

Jumat, 06 Mei 2016

Ruh Orang Mukmin yang Shalih

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ...
senyum ukhuwah = ]

hmm.... nunggu postingan baru lagi ya ?? hehe... siapa nih yang sudah nggak sabar mau baca postingan kali ini ? inshaa Allah kali ini postingannya lebih simple, tapi tidak mengurangi nilai ilmu didalamnya.

yukkk langsung masuk ke pembahasan .... 

ruh orang mukmin yang shalih akan berada pada burung hijau yang bergelayutan pada pepohonan surga. sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits dari Ka'ab bin Malik bahwa Rasulullah saw bersabda,

"sesungguhnya jiwa orang yang beriman itu akan berada pada seekor burung yang bergelayutan pada pepohonan surga. demikianlah keadaannya sehingga Allah mengembalikannya kepada tubuhnya pada hari kebangkitan." HR. Ibnu Majah no. 4261 dan Ahmad no. 15217. dinyatakan sahih oleh Ali-Albani dalam Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir no. 2372