Minggu, 19 November 2017

Apakah Anda Sudah Paham Ini! (hidayah itu tak semua orang dapatkan dan masihkah kita berdiam diri)

Assalamualaikum wr.wb
Senyum Ukhuwah=]
Apakah Anda Sudah Paham Ini!
(hidayah itu tak semua orang dapatkan dan masihkah kita berdiam diri)

Hidayah adalah Anugerah yang amat besar dari ALLAH SWT. Bahwasannya jika kita berfikir mengapa ada muslim yang sholatnya rajin bahkan sampai khusu’ dan sujudnya pun saangaaat. . .  lama, sedang ada pula muslim yang nggak pernah untuk sholat, mengaji, bahkan sering melakukan hal-hal yang menyimpang dari islam. Padahal dengan umur yang sama dan gender yang mungkin sama juga,  namun mengapa kualitas ibadah sesorang berbeda. Dan mengapa yang mengerti islam ini hanya beberapa orang, dan mengapa mereka yang belum mengerti islam ini enggan untuk mendalaminya padahal sarana untuk memahami islam ini sangat banyak.

Kawan itulah yang disebut bahwa hidayah itu tidak semua orang dapatkan. Bersyukurlah bagi kawan-kawan yang sudah paham mengenai agama dan ajaran ini. Namun tidak cukup hanya bersyukur saja, ada tugas yang sangat penting bagi kawan semua yang sudah mendapatkan hidayah yaitu mengamalkan hidayah ini supaya kawan kita semua atau orang lain pun juga merasakan hidayah ini.
Ingat! Kawanku, bahwasannya “Hidayah ini nilainya sangat mahal bahkan sangat berharga, maka jagalah dan ajak sekeliling kita untuk mendapatkan hidayah ini ” karena itu, masihkah kita berdiam diri dan tak melakukan apapun.

Apakah kawan semua tega jika teman-teman kita yang belum mendapat hidayah yang kemudian mereka akan telelap dalam kehidupan yang gelap hingga mereka di jemput ajalnya. Apakah kawan semua tega jika di sekeliling kita ini dipenuhi dengan kerusakan yang berujung dengan adzab dan murka ALLAH SWT.

Selain itu, pernahkah terbenak dalam fikiran kawan semua, dari kondisi kita yang sekarang ini. Pernahkah terfikir,bagaimana luar biasanya kuasa ALLAH SWT menuntun kita sehingga sekarang ini kita bisa lebih dekat dan lebih menunduk kepada ALLAH SWT. Kawan itu semua bukanlah hal yang kebetulan namun itu semua adalah bukti rasa cinta ALLAH SWT kepada kita.

Karena itu jagalah hidayah ini kawan semua, jangan sampai hidayah ini hilang dari kehidupan kita. Karena bahwasannya kita juga tidak tahu bagaimana kematian kita akan berakhir, apakah mati dengan membawa hidayah atau berakhir tanpa hidayah. Maka marilah kita sama-sama saling mengingatkan dalam kebaikan dan berdoa semoga kita di matikan dalam kondisi masih menggenggam hidayah ini.
Wassalamualaikum wr.wb
“Dengan dakwah saja kau serapuh itu apalagi jika kau sendirian”

Follow ya Guys^^:


  • Fb: Ukhuwah Rohis Ngawi (UKHROWI)
  • Ig: @ukhrowi_


Sabtu, 11 November 2017

Apakah Anda Sudah Paham Ini! (Bersyukurlah dari nikmat yang sering kita sepelekan)

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Senyum Ukhuwah=]

Apakah Anda Sudah Paham Ini!
(Bersyukurlah dari nikmat yang sering kita sepelekan)


Sebagai umat islam sudah selayaknya kita wajib bersyukur atas apa yang ALLAH SWT anugerahkan kepada kita. Kita tahu bahwasannya beribu nikmat telah ALLAH SWT berikan, beribu  kesempatan telah ALLAH SWT limpahkan, namun balasan apa yang kita berikan kepada ALLAH SWT???, untuk mengucap syukur saja seolah-olah kita terasa berat.

Kau tahu kawan, seharusnya kita malu kepada ALLAH SWT atas apa yang kita lakukan di setiap 24 jam dalam kehidupan kita. Untuk beramal saja kita sering untuk pilih-pilih, untuk sholat saja kita enggan untuk jamaah, untuk sedekah saja kita enggan untuk ikhlas. . . . .  dan masih banyak lagi. Dengan amalan dan ibadah kita yang secacat ini, apakah kita masih yakin kita mampu untuk masuk ke Shurga Firdaus.

Kau tahu kawan, berbeda dengan fakta aslinya, seolah-olah semuanya berkebalikan dengan apa yang ALLAH SWT anugerahkan kepada kita. Begitu sempurnanya karunia yang ALLAH SWT beri, namun begitu  kurangnya balasan (Kewajiban) kita sebagai makhluk (Hamba). Seperti halnya: Ketika kita berbuat dosa ALLAH SWT tunjukkan hidayah dengan teguran, namun ketika kita diberi nikmat lebih justru bukannya kita mendekat dan menunduk malah kitalah yang semakin jauh. Yaaa. . .  itulah kita manusia yang tak tahu malu. Begitu Maha Pemurah dan Pengasihnya ALLAH SWT kepada kita.

Bukan hanya itu saja kawan, ingat! kita dilahirkan dengan keadaan beriman dan berIslam ini adalah nikmat yang paling luar biasa yang ALLAH SWT berikan kepada kita. Banyangkan bagaimana jika kita tidak beriman dan berislam apa yang akan terjadi ketika kita di Akhirat kelak. Karena itu, pada dasarnya ini adalah nikmat besar yang sering kita sepelekan, namun di balik itu semua sebenarnya ini adalah nikmat yang akan menentukan nasib kita kelak ketika di Akhirat.

“Dan barang siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya syukur itu untuk dirinya sendiri” (Q.S An Naml: 40).

Karena itu marilah kita bermusahabah terhadap diri kita dan berusaha  untuk menjadi pribadi yang lebih baik. 
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

“Dengan dakwah saja kau serapuh itu apalagi jika kau sendirian”

Follow ya Guys^^:
Fb: Ukhuwah Rohis Ngawi (UKHROWI)
Ig: @ukhrowi_

Rabu, 31 Agustus 2016

Doamu BUKAN Sebab Pemberian Allah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ...
senyuman ukhuwah =]

ketemu lagi nih ... heehe, yookk ajak teman yang lain mampir ke blog ukhrowi, untuk menyimak postingan demi postingan yang kami kirim, insyaa Allah tetap ada manfaat dalam pembahasan yang kami berikan ...

langsung aja yakk....

"Jangan sampai doa (permintaan)mu kepada Allah engkau jadikan sebagai sebab untuk mencapai pemberiaan Allah, niscahya akan kurang pengertianmu (ma'rifat)mu kepada Allah, tetapi hendaknya doa mu semata-mata untuk menunjukkan kehambaanmu dan menunaikan kewajiban terhadap Allah"

Abu Nashir As-Sarraj berkata "saya telah bertanyakepada guru-guru tentang apakah kepentingan doa bagi orang yang menyerah bulat kepada Allah ?" jawabannya "berdoa itu ada dua tujuan : Pertama, untuk menghiasi lahir kita dengan doa, sebab doa itu salah satu bagian daripada khidmah kepada Allah, maka ia ingin berbuat demikian. Kedua, berdoa karena semata-mata menurut perintah Allah, sebab faedahnya berdoa itu untuk menunjukkan atau memperlihatkan adanya hajat kebutuhan dan kemiskinan diri dihadapan Allah."

Abul Hasan berkata "janganlah yang menjadi tujuan dari doamu itu tercapainya hajat kebutuhanmu, maka  jika demikian berarti engkau terhijab dari Allah, seharusnya tujuan doa adalah bermunajat (berbisik-bisik) kepada Allah yang telah memeliharamu dan menciptakan dirimu. dan bala bencana yang memaksakan engkau berdoa kepada Allah, lebih baik dari menerima nikmat, kesenangan yang melupakan kepada Allah dan menjauhkan diri pada-Nya."

"Bagaimanakah mungkin permintaanmu yang datang belakangan itu dapat menjadi sebab pemberian Allah yang telah diputuskan lebih dahulu ?"

keputusan Allah dalam menentukan peraturan alam ini sudah ditentukan pada zaman azali (sebelum adanya alam ini), termasuk juga segala kebutuhan hajat hidup setiap makhluk hidup, tidak terkecuali manusia, karena itu jangan mengira bahwa  seolah-olah Allah lupa terhadap hajat kebutuhanmu, sehingga sekiranya tidak engkau ingatkan mungkin tidak diberi, kalau demikian kepercayaanmu terhadap Allah,berarti benar-benar engkau belum mengenal Allah dalam sifat kesempurnaannya.

Senin, 29 Agustus 2016

Hikmah Adanya Bala' (Ujian)

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ...
selamat malam sahabat Ukhrowi ... senyuman ukhuwah ... =]

hmm ..... lama ya nggak posting lagi...
okee deh, buat kalian yang menanti postingan terbaru dari Ukhrowi, yook insyaa Allah mulai aktif, jadi mulai bsk, jangan lupa mampir ke blog ini ya ... 

langsung, to the point ...
bahasan kita mengenai hikmah dibalik cobaan atau ujian yang senantiasa Allah berikan kepada kita. bukankah kita selalu bertanya, entah itu hanya sekedar lontaran batin saja atau reflek lafadz ini kalian ucap "Ya Allah..... mengapa Engkau beri aku cobaan seperti ini ? aku serasa tak mampu melaluinya !" lalu, banyak juga orang yang mengatakan "Sabar... pasti ada hikmahnya" 

pertanyaannya adalah ..... untuk kalian yang selalu mencari hikmah dalam setiap persoalan, sudahkah Anda tahu ?

ini jawaban pasti, salah satu hikmah (secara umum) dari setiap ujian kita

"Mungkin engkau mendapat kelebihan karunia dan kebesaran dari Allah pada saat-saat ujian (bala') itu menimpamu, yang tidak bisa engkau dapatkan (kelebihan karunia dan kebesaran Allah) dengan puasa dan shalat"

demikianlah pengertian bahwa bala ujian itu sebagai nikmat batin (yang samar-samar)

"Berbagai macam ujian bala' (serta kekurangan) itu, bagaikan hamparan untuk hidangan pemberian-pemberian karunia Allah"

apabila Allah akan memberi karunia besar kepada seseorang hamba-Nya, tetapi ternyata  dari amal lahiriyahnya tidak mencukupi untuk menerima pemberian itu, maka Allah mengujinya dengan bala', dan disitulah tertebusnya berbagai dosa, kemudian dinaikkan ketingkat yang telah disediakannya itu.

Jumat, 05 Agustus 2016

Perbedaan Orang Alim dan Orang Bodoh

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
senyum ukhuwah dari kami : )

apa kabar sahabat semua ? hmm.... lama nih ya ndak ada postingan, aduuhhh... maap ya, kalo gituu langsung aja deh tanpa basa basi, langsung bahas ilmunya ya...

dan sekiranya engkau berteman dengan orang bodoh yang tidak senang menuruti hawa nafsunya, itu lebih baik daripada berteman dengan orang alim yang senang menuruti hawa nafsunya. maka ilmu apakah yang dapat digelarkan bagi orang alim yang senang menuruti hawa nafsunya itu ? sebaliknya kebodohan apakah yang dapat disebutkan bagi orang yang dapat mengekang hawa nafsunya. ?

mungkin ini pertanyaan yang akan timbul, lalu, mengapa berteman dengan orang bodoh yang tidak tahu tentang ilmu alam namun senantiasa mengekang hawa nafsunya itu jauh lebih baik daripada bergaul dengan orang alim namun selalu melepaskan nafsunya ?

ini jawabannya...

karena orang alim yang membanggakan dirinya, menganggap semua perbuatannya baik dan tidak mau mengoreksi dirinya itu sama dengan orang yang tidak alim, sebab ilmu orang alim yang seperti ini tidak memberi manfaat pada dirinya dalam hal ma'rifat kepada Allah atau dalam hal meningkatkan keimanan

sebaliknya, orang bodoh yang tidak mengerti ilmu dhahir, tapi ia tidak membanggakan dirinya, selalu mengoreksi dirinya serta mau memperbaiki kekurangannya dalam hal beragama, maka ia bukan orang bodoh, sebab setiap waktu ia bisa mengambil manfaat ilmunya walaupun tidak mengerti ilmu yang dhahir.   

Sabtu, 25 Juni 2016

Contohlah Benda Mati yang Mengajarkan Kita Kebersamaan

lihatlah ikatan antara pena dan tinta
yang tidak mampu dipisahkan meski dipaksakan
karena kita tidak mampu menulis hanya dengan adanya pena, tanpa hadirnya tinta
namun kita mampu menarikan jemari kita tuliskan kata dengan hadirnya sang pena dan tinta

lihatlah pula lidi yang berkumpul terikat menjadi satu
terlihat akur dan saling bekerjasama dengan penuh rasa kebersamaan
hingga mereka menjadi sebuah benda mati yang sangat sederhana namun berguna
 terlintaskah dalam benak kalian bayangan apa yang ada ketika lidi itu hanya seorang diri ?
satu lidi yang terlihat sangat tak bermanfaat dan mudah rapuh

wahai saudaraku.....
tidakkah cukup dua benda mati itu menjadi tauladan kita ?
untuk menyatu menajlin ukhuwah
bersama dalam kekeluargaan
saling mengerti dan memahami
saling menjaga dan mengingatkan
saling mengasihi dan menyayangi sebagai saudara

tiada guna engkau bercerai berai
hindarkan semua perkelahian
hilangkan rasa permusuhan
mari kita merajut hangatnya ukhuwah

tiada perbedaan yang memberi alasan untuk kita memutuskan silaturahmi
karena kita semua sama
sama sama ciptaan Allah

betapa indahnya cinta kasih
mari bergembira
singkirkanlah dendam
usirlah duka

karya : Anak Ukhrowi

Minggu, 05 Juni 2016

Kupuisikan sesaat, sebelum kumemelukmu



akhirnya aku mampu menyambut datangmu
yang beberapa jam lagi telah resmi menjadi milikku
aku siap tuk puaskan hati melepas rindu
denganmu yang ku tahu bahwa hadirmu hanyalah sementara
sekilas, bak pesawat yang mengangkasa
maka dari itu, tak akan pernah kusiakan waktu yang tersisa

ku tak tahu…
bisakah tahun kemudian kita bertemu ?
mengikat kisah indah penuh haru
dimana aku mulai lebih dekat dengan-Nya
Dzat yang selama ini kuacuhkan dan kulupa
meski Dia tetap bersabar memuncratkan kasihnya pada diri ini yang nista

kutata niat mantapkan hati
tuk bermesra dengan bulan yang suci
murni tak ternodai
bahkan penjahat nafsu tak kutemui
dalam penjara Ramadhan ini

marilah ramadhanku…
rengkuh rinduku, genggam hatiku
sejarahkan kisah menawan dalam bulanmu
yang membuat Allah semakin cinta kepadaku
dan semakin erat mengikat jiwaku
hingga aku tak lagi terdampar jauh dari-Nya

karya : Anak Ukhrowi