Sabtu, 25 Juni 2016

Contohlah Benda Mati yang Mengajarkan Kita Kebersamaan

lihatlah ikatan antara pena dan tinta
yang tidak mampu dipisahkan meski dipaksakan
karena kita tidak mampu menulis hanya dengan adanya pena, tanpa hadirnya tinta
namun kita mampu menarikan jemari kita tuliskan kata dengan hadirnya sang pena dan tinta

lihatlah pula lidi yang berkumpul terikat menjadi satu
terlihat akur dan saling bekerjasama dengan penuh rasa kebersamaan
hingga mereka menjadi sebuah benda mati yang sangat sederhana namun berguna
 terlintaskah dalam benak kalian bayangan apa yang ada ketika lidi itu hanya seorang diri ?
satu lidi yang terlihat sangat tak bermanfaat dan mudah rapuh

wahai saudaraku.....
tidakkah cukup dua benda mati itu menjadi tauladan kita ?
untuk menyatu menajlin ukhuwah
bersama dalam kekeluargaan
saling mengerti dan memahami
saling menjaga dan mengingatkan
saling mengasihi dan menyayangi sebagai saudara

tiada guna engkau bercerai berai
hindarkan semua perkelahian
hilangkan rasa permusuhan
mari kita merajut hangatnya ukhuwah

tiada perbedaan yang memberi alasan untuk kita memutuskan silaturahmi
karena kita semua sama
sama sama ciptaan Allah

betapa indahnya cinta kasih
mari bergembira
singkirkanlah dendam
usirlah duka

karya : Anak Ukhrowi

Minggu, 05 Juni 2016

Kupuisikan sesaat, sebelum kumemelukmu



akhirnya aku mampu menyambut datangmu
yang beberapa jam lagi telah resmi menjadi milikku
aku siap tuk puaskan hati melepas rindu
denganmu yang ku tahu bahwa hadirmu hanyalah sementara
sekilas, bak pesawat yang mengangkasa
maka dari itu, tak akan pernah kusiakan waktu yang tersisa

ku tak tahu…
bisakah tahun kemudian kita bertemu ?
mengikat kisah indah penuh haru
dimana aku mulai lebih dekat dengan-Nya
Dzat yang selama ini kuacuhkan dan kulupa
meski Dia tetap bersabar memuncratkan kasihnya pada diri ini yang nista

kutata niat mantapkan hati
tuk bermesra dengan bulan yang suci
murni tak ternodai
bahkan penjahat nafsu tak kutemui
dalam penjara Ramadhan ini

marilah ramadhanku…
rengkuh rinduku, genggam hatiku
sejarahkan kisah menawan dalam bulanmu
yang membuat Allah semakin cinta kepadaku
dan semakin erat mengikat jiwaku
hingga aku tak lagi terdampar jauh dari-Nya

karya : Anak Ukhrowi

Senin, 23 Mei 2016

Ruh yang Terkurung didalam Kuburnya

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.....
senyum ukhuwah =]

jaraknya panjang banget nih udah nggak posting.. hehe maaf ya untuk kalian yang setia nunggu postingan ilmu dari ukhrowi, ada sedikit kendala.
jadi... daripada banyak basa basi, to the point aja yook... ini nih pembahasan seurpa tapi tak sama, hmmm maksudnya ? 

okee... kemarin kita sudah membahas tentang ruh orang mukmin yang shalih, nah sekarang temanya sama sama ruh tapi beda tempat, kalau sekarang ialah ruh yang terkurung didalam kuburnya. menarikkan judulnya ?? langsung baca materinya dan serap ilmunya ya...

seperti dalam hadits tentang pemilik selendang yang dia curi dari harta rampasan kaum muslimin, lalu ia mati syahid. orang-orang berkata "sungguh senangnya ia masuk Jannah." tetapi, nabi justru bersabda "Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya, sesungguhnya selendang yang dicurinya dari rampasan perang itu akan menyala sebagai api dalam kuburnya."

rasulullah bersabda, "aku melihat teman kalian tertahan dipintu surga, diantaranya ada yang tertahan didalam kuburnya, ada yang tertahan didalam bumi, ada yang berada di tungku api untuk para pezina laki-laki dan wanita, dan ada ruh di sungai darah berenang didalamnua dan disuapi batu." 

wallahu a'lam

Jumat, 06 Mei 2016

Ruh Orang Mukmin yang Shalih

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ...
senyum ukhuwah = ]

hmm.... nunggu postingan baru lagi ya ?? hehe... siapa nih yang sudah nggak sabar mau baca postingan kali ini ? inshaa Allah kali ini postingannya lebih simple, tapi tidak mengurangi nilai ilmu didalamnya.

yukkk langsung masuk ke pembahasan .... 

ruh orang mukmin yang shalih akan berada pada burung hijau yang bergelayutan pada pepohonan surga. sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits dari Ka'ab bin Malik bahwa Rasulullah saw bersabda,

"sesungguhnya jiwa orang yang beriman itu akan berada pada seekor burung yang bergelayutan pada pepohonan surga. demikianlah keadaannya sehingga Allah mengembalikannya kepada tubuhnya pada hari kebangkitan." HR. Ibnu Majah no. 4261 dan Ahmad no. 15217. dinyatakan sahih oleh Ali-Albani dalam Shahih Al-Jami' Ash-Shaghir no. 2372

Kamis, 28 April 2016

Menuju Telaga Al-Kautsar

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ....
salam ukhuwah dan senyuman ukhuwah =]

hmm... langsung aja yook, nggak usah banyak basa basi... ini nih isi dari artikel yang akan kita bahas...

nantinya, umat manusia akan berjalan menuju haudh, yaitu telaga yang Allah karuniakan kepada setiap nabi dan rasul di akhirat. telaga tersebut berisi air yang sejuk. barang siapa meminum darinya, niscahya tidak akan merasakan kehausan untuk selama-lamanya. setiap nabi mempunyai telaga, tetapi telaga Nabi Muhammad adalah telaga yang paling besar, agung dan luas. sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan dari Samurah bin Jundab bahwa Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya setiap nabi mempunyai telaga dan sesungguhnya mereka berlomba untuk mendapatkan pengikkut yang banyak bisa meminum darinya. aku berharap akan menjadi nabi yang mempunyai pengikut terbanyak yang diizinkan meminum darinya"

telaga Rasulullah adalah telaga yang panjang, lebar dan luasnya sejauh perjalanan sebulan, Airnya lebih manis dari madu, lebih bening dari susu dan lebih wangi dari minyak kasturi. gelas-gelasnya sebanyak jumlah bintang di langit. ia diperkenankan meminum darinya walau hanya seteguk, niscahya setelahnya tidak akan pernah merasakan kehausan dan kepanasan di padang Mahsyar.

bisa bergabung dengan Rasulullah disisi telaga dan diperkenankan meminum seteguk dua teguk airnya, sungguh sebuah kenikmatan luar biasa. hal itu merupakan sebuah keselamatan dari kesengsaraan di padang Mahsyar. sebagaimana disebutkan dalam hadits yang shahih "dari Abdullah Ibnu 'Amru bahwa Nabi pernah bersabda, "telagaku sejauh perjalanan satu bulan. airnya lebih bening dari air susu, bau wanginya lebih harum dari minyak misk, gelasnya sebanyak jumlah bintang dilangit. barangsiapa yang minum darinya niscahya tidak akan pernah lagi merasakan kehausan untuk selama-lamanya."

kesempatan indah untuk sselamat dari rasa haus akibat panasnya terik matahari, lamanya menunggu menjalani proses hisab di padang Mahsyar ini hanya akan dinikmati oleh hamba hamba yang teguh mengikuti ajaran Rasulullah. 

so... mengapa harus ragu untuk terus istiqomah mengikuti apa yang Rasulullah ajarkan kepada kita ??

Jumat, 22 April 2016

Kesaksian Bumi

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sahabat yang dicintai Allah...
senyuman ukhuwah =]

bismillah... semoga kalian nggak pada bosen ya untuk selalu membaca postingan artikel dari kami... :)
yookk langsung baca lagi, semoga ini juga bisa bermanfaat untuk kita semua, bisa dijadikan renungan dan intropeksi diri juga, aamiin...

taukah sahabat ... ?
ternyata selain anggota badan kita dan para malaikat pencatat amal, makhluk lain yang akan memberi kesaksian atas perbuatan seorang hamba adalah BUMI yang saat ini kita pijaki dan bahkan ada yang mengagungkan bumi ini, membanggakannya hingga diri lalai terhadap apa yang menjadi kewajibannya,  dan lupa terhadap Allah yang telah menghidupkannya. 

bumi akan menceritakan segala perbuatan kita secara ditail, lengkap dengan waktu kejadiannya, tanpa ada satu pun yang terlewatkan. sebagaimana dijelaskan oleh firman Allah
"Pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya." (QS. Az-Zalzalah : 4-5)

dalam hadits dijelaskan lebih lanjut,
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah membaca ayat "pada hari itu bumi menceritakan beritanya" maka Beliau bertanya kepada para sahabat, "Tahukan kalian, apa beritanya?" para sahabat menjawab "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau menjawab "Beritanya adalah bumi menjadi saksi atas semua perbuatan yang dilakukan oleh seorang hamba diatas permukaan bumi. bumi mengatakan 'Iaberbuat begini dan begitu, pada hari begini dan begitu' itulah yang dimaksud dengan beritanya."

ayat dan hadits ini sekaligus mengingatkan setiap orang untuk tidak merasa AMAN dalam berbuat keburukan, karena bagaimana pun ia bersembunyi dan menyembunyikan amal keburukan, toh bumi yang ia pijak akan menjadi saksi abadi yang tidak bisa dikelabuhi.

Minggu, 17 April 2016

kekuatan UKHUWAH

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
senyuman ukhuwah ... = ]

ukhuwah... hmmm ngomong-nogomong ukhuwah, apasih ukhuwah itu ?
belum faham kah ? pengen tahu ukhuwah yang sebenarnya itu apa dan gimana ?
ini nih penjelasannya ...

ukhuwah adalah kenyataan naluriyah. setiap manusia secara alami memerlukannya. bagi setiap muslim, batasan ukhuwah bukanlah etnis atau geografis, tetapi batasan saudara yang sesungguhnya ialah aqidah. mereka bersaudara karena Allah, dan mereka bermusuhan juga karena Allah. islam datang bukan untuk etnis tertentu, bukan pula untuk memisah-misahkan manusia kedalam kelompok-kelompok sosial. justru kehadiran islam ialam rahmat bagi semesta alam, dan mempersaudarakan orang-orang yang beriman. oleh karena itu, konsep ukhuwah mesti diletakkan diatas segala kepentingan bangsa, apalagi individu.

karena landasan persaudaraan adalah aqidah, maka ukhuwah bisa kokoh berdiri. namun ukhuwah bukanlah utopia, ia adalah realitas bagi setiap nilai dan iman. jika kenyataan hari ini ukhuwah belum menjadi milik masyarakat bumi, tentu saja yang perlu dikoreksi ialah kebersihan aqidah setiap muslim serta kekuatannya. 

ukhuwah yang telah terjalin dengan kokoh, akan mampu menciptakan sistem amal jama'i yang kondusif bagi keperluan gerak dakwah islam saat ini dan kapan pun. hebatnya tokoh-tokoh tertentu dalam tatanan dakwah menjadi kurang berarti manakala mereka tak mampu berukhuwah dalam pengertian yang sebenarnya. 

kekuatan apapun tidak bisa mengalahkan ukhuwah diantara kaum mu'minin. jalinannya sangat kokoh, sebab terdiri dari tautan hati-hati yang telah beriman kepada Allah. sebaliknya, hilangnya ukhuwah dikalangan kaum muslimin telah nyata berakibat hilang pula kekuatan dan bahkan hilang pula kekhalifahan.